a. Kesatuan Luar (external entity)
Sesuatu yang berada di luar sistem, tetapi
ia memberikan data ke dalam sistem atau memberikan data dari sistem,
disimbolkan dengan suatu kotak notasi. Entitas eksternal tidak termasuk bagian
dari sistem. Bila system informasi dirancang untuk satu bagian (departemen)
maka bagian lain yang masih terkait menjadi entitas eksternal.
Pedoman pemberian nama kesatuan luar (external
entity
1) Nama terminal berupa kata benda.
2) Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang
objeknya sama (digambarkan dua kali . dimaksudkan untuk membuat diagram yang
jelas). Bila tidak demikian, maka terminal ini perlu di beri garis miring pada
pojok kiri atas.
b. Arus Data(dataflow)
Arus data merupakan tempat menggalinya
informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem.
Arus data ditunjukkan dengan arus panah dan garis diberi nama atas arus
data yang mengalir. Arus data ini mengalir diantara proses, data store dan
menunjukan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil
proses sistem.
Pedoman pemberian nama aliran data
1) Nama aliran data yang terdiri dari beberapa aliran kata
dihubungkan dengan garis sambung.
2) Tidak boleh ada aliran data yang namanya sama, dan
pemberian nama harus mencerminkan isinya.
3) Aliran data yang terdiri dari beberapa elemen dapat
dinyatakan dengan grup elemen.
4) Hindari penggunaan kata ‘data’ dan ‘informasi’ untuk
memberi nama pada aliran data.
5) Sedapat mungkin nama aliran data ditulis lengkap.
c. Pengertian Proses (process)
Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh
sistem, proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data
keluar. Proses berfungsi mentranformasikan satu atau beberapa data masukan
menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta
menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses sering pula disebut bubble.
Pedoman pemberian nama proses
1) Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang
mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya : Hitung Bonus, Pendataan
Karyawan, Cetak Fatur,dll.
2) Jangan menggunakan kata proses yang memiliki nama suatu proses
(bubble).
3) Tidak boleh ada beberapa proses yang memiliki nama yang
sama.
4) Proses harus diberi nomor. Urutan nomor sedapat mungkin
mengikuti aliran atau urutan proses, namun demikian urutan nomor tidak berarti
secara mutlak merupakan urutan proses secara kornologis.
5) Penomoran proses pada tingkatan pertama (Diagram Nol)
adalah 1.0,2.0,3.0, dst.
6) Penomoran pada tingkat kedua dari proses 1.0 (rincian dari
proses 1.0) adalah 1.1,1.2,1.3, dst.
7) Context diagram tidak perlu diberi nomor.
Contoh Penomoran level pada DFD :
0 komentar:
Posting Komentar